YONO TERLILIT HUTANG DAN TAGIHAN RETRIBUSI BUTUH BANTUAN DARI PEMERINTAH DK Jakarta

Pulogebang Cakung – MATA. Sangat miris nasib Mas Yono selama berjualan di dalam area perniagaan Terminal Terpadu Pulogebang sepi pembeli dan hanya untuk biaya hidupnya sebagai tulang punggung keluarga nunggu belas kasihan dari orang yang lewati depan warung nya, setiap hari mas yono ditagih penagih bank keliling dan beberapa orang yang memberikan jasa pinjaman dana tunai.

Warung mas Yono. Doc.MATA(KN)

Mas Yono adalah warga DKI Jakarta dan ber KTP di Cipinang Melayu sejak 30 tahun ber KTP DKI Jakarta tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah dan pusat jenis apapun, padahal mas Yono adalah warga negara yang tergolong tidak mampu yang tidak pernah terdaftar di DTKS. Saat ini mas Yono terlilit tagihan retribusi daerah (PTR) karena berjualan di area terminal terpadu pulogebang sebesar Rp 4.226.250 tagihan selama periode Februari s.d Juli 2024 belum termasuk bulan Agustus s.d sekarang 2024 dan mas Yono nyaris akan ditutup warung nya oleh pengelola terminal terpadu pulogebang karena tidak mampu membayar retribusi daerah (PTR).

Slip Tagihan kemas Yono. Doc: MATA (KN)

Dalam wawancara nya kepada media MATA menyampaikan sambil menangis, kalau warung saya disegel saya harus kerja apa jualan di mana dulu saat PD Pasar Jaya memindahkan saya kelokasi ini terminal terpadu pulogebang bilangnya tidak ada pungutan retribusi apapun yang penting jaga kebersihan dan keamanan lingkungan terminal Pulogebang, tapi sejak pergantian kepala UP Terminal Terpadu Pulogebang saya dan yang lain wajib bayar retribusi daerah (PTR) demi Allah pak jangan kan buat bayar retribusi daerah buat makan saja susah sambil menangis bercerita kepada jurnalis media MATA Selasa 29/10/2024.

Mas Yono berharap dengan adanya penyampaian ini diharapkan dapat membantu saya agar warung saya tidak ditutup oleh pengelola terminal dan saya bisa dapat bantuan sosial dari pemerintah pusat dan daerah untuk menyambung hidup demi keluarga saya pak imbuh mas Yono kepada team jurnalis media MATA.

Dan melalui hal ini ORMAS Satria Adipati Nusantara(SAN) berupaya membantu mas Yono untuk Pendampingan serta menyampaikan surat terbuka untuk Pak PJ Gubernur DKI Jakarta agar disampaikan kepada Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas UMKM, Kepala Dinas Perhubungan agar memberikan pengecualian relaksasi atau bantuan modal usaha tanpa harus menjerat mas Yono karena tagihan cicilan
demi kelangsungan hidupnya dan keluarga nya
<Red/Khabib Novel>

editorMATA
Author: editorMATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian