Pada 23 Oktober 2024, sebuah gempa bumi dengan magnitudo 4,3 terjadi di Lalundu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17:55 WIB. Berdasarkan laporan BMKG, gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami. Getaran dirasakan warga di sekitar lokasi, namun belum ada informasi mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa terkait gempa ini.
Sulawesi Tengah memang kerap mengalami gempa karena posisinya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan
Sebagai informasi, Skala MMI (Skala Mercalli) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada 1902. Skala MMI lalu dimodifikasi oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann pada 1931.
Skala MMI terbagi menjadi 12 kategori dampak guncangan gempa bumi. Petunjuk soal dampak gempa yang dimaksudkan pada setiap kategori skala MMI adalah sebagai berikut:
Skala I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
Skala II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Skala III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Skala IV MMI: Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Skala V MMI: Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Skala VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik bisa rusak, kerusakan ringan.
Skala VII MMI: Setiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur. Cerobong asap pecah. Getaran dirasakan oleh orang yang naik kendaraan.
Skala VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen bisa roboh. Air menjadi keruh.
Skala IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
Skala X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah pun terbelah, rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Skala XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
Skala XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak di permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
(Dilansir dari tirto.id)
Dan sebagaimana yang terjadi saat ini maka dibawah ini adalah keterangan dari BMKG mengenai gempa 23 Oktober 2024.
Gempa Bumi Dirasakan dibeberapa tempat DiIndonesia, dan dapat dilihat dibawah ini.
Waktu Gempa:
1. 23/10/2024
16:12:48 WIB
2. 23/10/2024
15:09:37 WIB
3. 23/10/2024
14:46:38 WIB
4. 23/10/2024
06:16:37 WIB
Lintang – Bujur:
1. 9.25 LS 114.04 BT
2. 5.67 LS 104.78 BT
3. 5.66 LS 104.77 BT
4. 4.77 LS 121.96 BT
Magnitudo:
1. 4.3
2. 3.9
3. 3.2
4. 2.3
Kedalaman
1. 23 Km
2. 5 Km
3. 5 Km
4. 5 Km
Dirasakan (Skala MMI)
1. Pusat gempa berada di Laut 117 Km BaratDaya Jembrana
II – III Banyuwangi
II Denpasar Selatan
II Kuta
2. Pusat gempa berada di laut 23 km tenggara Tanggamus
II-III Kec. Bulok
II-III Kota Agung
3. Pusat gempa berada di Laut 22 Km Tenggara Tanggamus
II – III Kecamatan Bulok
4. Pusat gempa berada di darat 5 km barat daya
Bombana
II Bombana.
(Dilansir dari bmkg.go.id)
Untuk itu diharapkan agar warga Indonesia tetap waspada terhadap bencana yang ada seperti gempa bumi.
<Red/Seska Kaligis>
