Jakarta – Ketua Umum Satria Adipati Nusantara (SAN), Morris Langelo, menyampaikan pandangannya terkait Kabinet Merah Putih yang dinilai oleh sebagian kalangan sebagai kabinet “gemuk”. Menurut Morris, formasi kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto ini justru merupakan strategi brilian yang membuka berbagai keran yang selama ini tersumbat.
“Pandangan saya setelah melihat Kabinet Merah Putih, sudah sangat baik karena justru membuka pintu keran yang selama ini tersumbat. Contoh nyata adalah pemisahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek,” ungkap Morris.
Ia menjelaskan bahwa pemisahan ini penting karena sebelumnya, tanah sekolah dari SD hingga SMA dikuasai oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan. Ketika Kementerian melalui Departemen Pendidikan membuat keputusan atau menerima instruksi Presiden, kebijakan tersebut sering kali terhambat oleh otonomi daerah. “Ini hanyalah salah satu contoh dari kemampuan manajerial yang luar biasa,” tambahnya.
Morris Langelo juga memuji Presiden Prabowo Subianto, menyebut langkah-langkah strategis dalam pembentukan kabinet ini sebagai “langkah kuda” yang luar biasa, mengibaratkan strategi Presiden seperti maestro catur dunia, Garry Kasparov.
“Yang luar biasa dari Panglima Jenderal Tertinggi kita, Presiden Prabowo Subianto… Bravo!” tutup Morris dengan penuh optimisme.
Dengan semboyan “Samarasata Our Pragati” dan “Bersama Untuk Kemajuan”, Morris Langelo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi kemajuan bangsa.
Jaya, Raya, Semesta
Ketua Umum SAN
Morris Langelo
Demikianlah pandangan yang disampaikan oleh Ketua Umum Organisasi Satria Adipati Nusantara.
<Red/SK>
