Jakarta 4 Desember 2024 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sore ini menyampaikan keynote speech pada Konferensi Nasional Prasejarah Indonesia yang bertempat di Hotel Novotel, Solo yang diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2024. Acara ini mengusung tema “Museum dan Situs Prasejarah Indonesia: Kini dan Nanti” dan dihadiri oleh para akademisi, praktisi budaya, serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pidatonya, Menteri Fadli Zon menekankan pentingnya peran museum dan situs prasejarah sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi masa depan. “Konferensi ini merupakan forum ilmiah yang strategis untuk menjaring ide dan gagasan. Hasil dari diskusi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan museum, situs, dan kawasan prasejarah secara berkelanjutan,” jelas Fadli Zon.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan RI dalam mendorong berbagai upaya pelestarian cagar budaya. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan investasi dalam penelitian prasejarah, digitalisasi koleksi museum, dan memperluas keterlibatan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi kunci penting untuk memastikan pelestarian warisan budaya ini dapat terus berlanjut,” tambahnya.
Konferensi ini diharapkan menjadi wadah diskusi yang tidak hanya bersifat akademis tetapi juga aplikatif, sehingga mampu memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dan pelestarian situs serta museum prasejarah.
Dengan tema “Museum dan Situs Prasejarah Indonesia: Kini dan Nanti”, konferensi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pelestarian yang relevan dengan kebutuhan zaman, memanfaatkan teknologi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.
<Red/Narwan.R>
