MATA-Metro, Kota Metro kembali menjadi sorotan publik akibat sejumlah pembangunan yang dinilai bermasalah, mulai dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) terkait pembangunan Jln. Dr. Sutomo hingga isu alih fungsi ruko Metro Sudirman Centre yang akan dijadikan hotel tanpa izin yang memadai, dan masalah ini memunculkan berbagai kritik, termasuk Akademisi dan Pengamat.
Pengamat kebijakan publik dari Fakultas Ilmu Sosial Dharma, Wacana Metro Sudarman Merza mengatakan bahwa proyek di Kota Metro menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Jika proses tender proyek dilakukan dengan tranparan dan profesional maka masalah seperti ini tidak akan terjadi.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) tersebut menerangkan ada dua faktor utama yang dianggap menjadi akar permasalahan, Pertama lemahnya perencanaan dan Kedua minimnya pengawasan, baik dari pihak Pemerintah maupun masyarakat. Pengawasan Pemerintah Daerah yang lemah ini menjadi celah pihak-pihak tertentu untuk bermain dengan proyek, dan kami juga menyoroti isu seperti setoran, yang tidak menjadi rahasia umum.
Praktek ini adalah indikator kuat apakah sebuah proyek akan berkualitas, atau tidak, dan apabila praktek ini dibiarkan maka pembangunan tidak akan berjalan efektif. Masyarakat seharusnya diberi ruang untuk mengeluarkan pendapat, namun pada kenyataannya justru terbalik, dimana masyarakat tidak diberi kesempatan untuk memberikan kritik, saran dan masukan.
Pengamat juga mengingatkan, bahwa peran masyarakat sangat penting dalam pengawasan pembangunan supaya apa yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik, karena dengan melibatkan masyarakat dalam pengawasan, potensi penyalah gunaan wewenang bisa diminimalisirkan. Sebaliknya proyek yang dikerjakan secara profesional dan tranfaran akan memberikan hasil yang baik serta meningkatkan pepercayaan masyarakat.
Hasil yang berkualitas tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Pengamat mendesak Pemerintah Kota Metro untuk segera mengambil langkah konkrit, Sudarman yg merupakan Akademisi menndesak Pemerintah Kota Metro untuk melakukan pentingnya tranparan dalam proses lelang proyek.
Pemerintah harus terbuka dan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah ini. Dan tanpa adanya tindakan tegas, situasi seperti ini akan terus terulang, lelang online tanpa intervensi adalah solusi dan pekerjaan proyek diberikan kepada orang yang profesional.
Selain itu diperlakukan campur tangan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus proyek, ketika masalah – masalah ini sudah mencuat, sulit untuk menyelesaikannya tanpa adanya aparat hukum, dimana aparat harus memastikan proyek tersebut sudah berjalan sesuai dengan aturan dan kebutuhan masyarakat. Tranparansi, partisipasi masyarakat dan penegakan hukum menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap Pemerintah. Jangan sampai Pemerintah menggunakan gaya lama, tetapi harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.
Pengamat juga mengingatkan, bahwa peran masyarakat sangat penting untuk memastikan proyek yang dibuat berjalan sesuai dengan kebutuhan publik, karena dengan melibatkan masyarakat dalam pengawasan, potensi penyalah gunaan wewenang bisa diminimalisirkan dan jika hal ini tidak segera ditangani dampaknya akan merugikan masyarakat.
<Red/Syaiful Anwar>
