Kancah politik kembali lagi setelah melewati Pemilu tahun 2024 dan tentunya dengan berkembangnya waktu maka terjadi perubahan peta politik di level nasional setelah hasil Pemilu Februari 2024, dan terjadi pula rencana atau sudah terjadi “kudeta” di tubuh parpol dan ormas. Sebut saja, PBNU yang berniat mengambil alih PKB dengan menggelar “muktamar” sebagai tandingan terhadap muktamar PKB 25 Agustus lalu, yang menempatkan kembali Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum. Namun, muktamar tandingan yang semula akan digelar awal September ini ternyata belum terealisasi. Sebaliknya, mengemuka wacana muktamar luar biasa (MLB) NU untuk mengganti kepengurusan PBNU yang dipimpin Gus Yahya. “Kudeta” di tubuh PKB dan PBNU belum atau tidak terjadi. Yang sudah terjadi yaitu di tubuh Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid digulingkan oleh Anindya Bakrie. Terlalu naif untuk menerima argumen bahwa gonjang-ganjing di NU dan Kadin Indonesia, steril dari konstelasi politik level nasional.
<Red/Novel Heryanto>
