Adu kekuatan mulai tersaji diTana Toraja sehubungan dengan pasangan hanya menyisakan dua pasang paslon, Viktor-Jhon dan Zadrak-Erianto.
Dalam pantauan Media AdipatiNusantara,
pasangan Viktor Jhon terlebih dahulu telah mengumpulkan ribuan pendukungnya ditoraja barat lewat Nico Biringkanae ditongkonan parappo yang tak lain adalah kediaman ketua tim yang biasa disapa ambe’na Punu.

Dimana kegiatan tersebut hadirnya ribuan pendukung Viktor Jhon yang diakomodir ketua tim pemenangan sangat membakar semangat dan gambaran bahwa Toraja barat adalah basis besar Viktor-Jhon. Akan tetapi berselang beberapa hari ini muncul juga undangan pasangan Zadrak Erianto yang dinamakan zatria akan mengadakan kegiatan yang sama dengan memakai tempat tongkonan parappo,(Photo undangan).

Doc.MATA(Yanto)
Tentu masyarakat sekitar parappo dan yang ada di kecamatan tersebut menjadi kebingungan karena hanya satu tongkonan parappo yang ada dilembang tersebut yang lazim disebut tongkonan parappo yang identik dengan kebiasaan sebutan adat istiadat dilokasih tersebut.
Sehubungan dengan demikian salah satu tokoh masyarakat sangat kecewa dengan agenda tersebut yang mengklaim sebutan tongkonan parappo, karena tongkonan parappo hanya satu sekalipun tongkonan diparappo ada juga yang lain.
Jadi saya mohon jangan ada yg membenturkan nilai nilai atau etika dalam keluarga, masyarakat terkait kepentingan politik,apa lagi disimpang siurkan, sebutan tongkonan parappo sangat identik dengan kebiasaan adat istiadat dilembang tersebut,kata Nico Biringkanae mantan Bupati Tana Toraja. Ditambahkan juga bahwa saya ini sudah jelas sebagai ketua tim pemenangan Viktor Jhon sebagai bagian dari pilihan saya untuk menentukan sikap dan tidak ada lagi benturan benturan lain soal pilihan, mari saudaraku yang ada diruang sebelah (zadria) jangan merusak tatanan kehidupan sehari-hari yang menyangkut identitas diri atau keluarga yang dinamakan tongkonan,apa lagi masyarakat diparappo hanya mengenal satu alamat sebutan tongkonan parappo,tetapi klu tongkonan diparappo iya banyak ujar ambe’na Punu.
Perbedaan biasa dalam politik tetapi harkat martabat edintitas apa lagi menyangkut tongkonan sangat sensitif.
<Red/Yanto>
