Perkumpulan Masyarakat Bertato Indonesia (PMBI) Resmi Berdiri di Semarang

Semarang, 2 November 2024 – Perkumpulan Masyarakat Bertato Indonesia (PMBI), organisasi yang menaungi para pecinta seni bertato di Indonesia, telah resmi berdiri di Kota Semarang, Jawa Tengah. Organisasi ini berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para pecinta seni tato agar dapat berjejaring, berkumpul, serta menerima edukasi mengenai pemahaman ilmu hukum di Indonesia.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, PMBI diharapkan tidak hanya menjadi tempat bagi anggotanya untuk berkomunitas, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi hukum yang akan diadakan secara berkala melalui platform digital seperti Google Meet. Melalui edukasi hukum ini, PMBI berharap anggotanya bisa lebih memahami aspek hukum dan hak-hak mereka sebagai warga negara.

Visi dan Misi PMBI: Edukasi Hukum dan Solidaritas Sosial. Selain edukasi hukum, PMBI juga merencanakan berbagai kegiatan positif lainnya, termasuk kopdar (kopi darat), touring, aksi sosial, serta inisiatif-inisiatif lain yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat luas. Organisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan solidaritas dan persatuan di kalangan pecinta tato Indonesia serta memberikan kontribusi positif pada masyarakat.

Proses Legalitas dan Dukungan dari Pihak Profesional. Nama PMBI telah berhasil diverifikasi melalui sistem AHU Online. Proses menuju legalitas ini dilanjutkan dengan penandatanganan Akta Pendirian Notarial pada hari ini, yang bertempat di Rumah Makan Mang Engking, Ungaran, Kabupaten Semarang. Penandatanganan ini dilakukan oleh pihak notaris yang mendampingi proses legalitas PMBI.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh pendukung dari berbagai organisasi advokat, termasuk pendiri dan penggagas PMBI, Bapak Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., serta didukung oleh para pimpinan organisasi paralegal dari FERADI WPI dan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan. Turut hadir pula para anggota keluarga besar FERADI WPI, seperti Eko Ponco (Sekretaris Jenderal PMBI), Markus Wijaya, SH (Bendahara Umum PMBI), G Bagus Andaru (Wakil Sekretaris Jenderal), serta tokoh-tokoh lain dari berbagai daerah.

Dengan berdirinya PMBI, harapan besar terletak pada kontribusi organisasi ini untuk masyarakat pecinta seni tato di Indonesia. PMBI diharapkan dapat menjadi wadah yang mempererat solidaritas, memberikan edukasi, dan berkontribusi pada kegiatan-kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
<Red: Narwan. R>

editorMATA
Author: editorMATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian