BUTON TENGAH – SULTRA. Komisi Daerah Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP KPK) Sulawesi Tenggara, melakukan penjadwalan giat investigasi di Wilayah Kabupaten Buton Tengah Propinsi Sulawesi Tenggara.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Divisi Intelejen dan Investigasi LP KPK Sultra, Soni Maarisit. Hal tersebut dikatakan oleh beliau disela sela Rapat Koordinasi LP KPK KOMDA SULTRA pada 8 Desember 2024 di Sekretariat LP KPK KOMDA SULTRA di Kendari. Dalam siaran persnya Kadiv Intelinves Soni Maarisit mengatakan ; “Kami telah menerima laporan dari masyarakat dan usaha menghimpun informasi, bahwa disinyalir ada oknum guru dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) “ULA-ULA Nusantara”. Di desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah”.
Selanjutnya kata Soni Maarisit ; “Berdasarkan Laporan masyarakat dan Intelejen Komda, maka Divisi Intelejen dan Investigasi Tipikor, akan penjadwalan untuk melakukan Investigasi lapangan langsung ke Desa Terapung Kecamatan Mawasangka dalam waktu dekat ini.
Sementara itu Ketua Eksekutif LP KPK KOMDA SULTRA. Thayep mengatakan ;”Kalau Pemotongan Beasiswa PIP oleh Oknum pengajar di PKBM ini benar, maka Kinerja dari Diknas Propinsi Sulawesi Tenggara perlu dipertanyakan. Karena dengan adanya pemotongan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) ini sangat menciderai dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara, karena mayoritas penerima PIP itu merupakan masyarakat miskin.
Kami akan menunggu hasil laporan dari Divisi Intelejen dan Investigasi, yang akan melakukan Investigasi dan penghimpunan informasi. Dan selanjutnya akan menindaklanjuti ke Diknas dan berbagai stakeholder terkait.” Seperti diketahui beredar isu bahwa diduga kuat adanya pemotongan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di PKBM ULA ULA NUSANTARA di desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, oleh seorang oknum guru.
Besaran pemotongan Beasiswa PIP tersebut sebesar Rp.800.000 per siswa. Sampai berita ini diturunkan, pihak PKBM belum bisa dikonfirmasi soal adanya isu tersebut,
<Red/Soni>
