Peraturan Terbaru DHE Yang Di Terbitkan Bank Indonesia

MATA-Jakarta. Perkembangan perekonomian tetap akan berjalan dengan baik apabila transaksi yang dilakukan juga tepat dan oleh karena itu maka Bank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Devisa Pembayaran Impor (DPI) yang berlaku efektif pada 1 Maret 2025.
Direktur Eksekutif BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan ketentuan ini terutama mengatur prinsip dan instrumen penempatan DHE SDA serta pengaturan pengawasan DHE SDA untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 8/2025 tentang Perubahan atas PP Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (PP DHE SDA). Sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah ini sejalan dengan program Asta Cita.

“Penerbitan ketentuan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan manfaat DHE SDA dalam mendukung kesinambungan pembangunan dan ketahanan ekonomi Indonesia serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Denny, Senin (10/3/2025).

Dalam ketentuan ini, Denny Bank Indonesia melakukan penyesuaian pengaturan antara lain mengenai kewajiban penempatan DHE SDA; penambahan instrumen penempatan DHE SDA berupa sekuritas valuta asing Bank Indonesia (SVBI) dan sukuk valuta asing Bank Indonesia (SUVBI), serta pemanfaatan instrumen tersebut oleh eksportir dan bank; dan penggunaan DHE SDA khususnya terkait penukaran DHE SDA ke Rupiah.

Lebih lanjut, Bank Indonesia menetapkan instrumen penempatan DHE SDA yang meliputi:
a. Rekening Khusus DHE SDA dalam valuta asing;

b. Instrumen perbankan berupa deposito valuta asing;

c. Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berupa promissory note valuta asing;

d. Instrumen Bank Indonesia berupa term deposit operasi pasar terbuka konvensional dalam valuta asing di Bank Indonesia;

d.1. Instrumen Bank Indonesia berupa sekuritas valuta asing Bank Indonesia dan sukuk valuta asing Bank Indonesia; dan/atau;

e. Instrumen lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Instrumen penempatan sebagaimana dimaksud di atas dapat dimanfaatkan oleh:

1. Eksportir untuk angunan kredit Rupiah dari Bank dan/ atau LPEI (untuk instrumen a sampai dengan d),
2. Eksportir atau transaksi FX swap Eksportir dengan Bank (untuk instrumen a),
3. Bank sebagai underlying transaksi swap lindung nilai Bank dengan Bank Indonesia (untuk instrumen a,b,d,d1, dan e).
Berdasarkan hal-hal ini maka BI melakukan pengawasan atas pemasukan, penempatan, dan pemanfaatan DHE SDA yang dimaksud dan hal ini dalam rangka mendukung efektivitas implementasi PP DHE SDA.
(Dilansir dari cnbcindonesia.com)

Maka dari hal-hal ini sangatlah penting bagi para pebisnis dan juga pelaku ekonomi dapat melakukan aktifitas dengan adanya pengawasan yang baik dari BI. Demikianlah Media Adipati Nusantara melaporkan.
<Red/SK>

EditorMATA-SK
Author: EditorMATA-SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian