Ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga acuan atau _BI Rate_ sebesar 25 bps, dari semula 6,25% menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, pekan ini. Kepala Riset PT Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro menjelaskan, bank sentral memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan, karena harga minyak yang lebih rendah, deflasi domestik, serta data global yang lemah, terutama dari China. Hal terpentingnya adalah potensi kejutan _dovish_ dari The Fed. Dia mengatakan, pemangkasan _BI Rate_ akan diikuti oleh pelonggaran kebijakan kumulatif sebesar 50 bps pada kuartal IV 2024. Sehingga, suku bunga BI akan berada pada 5,5% di akhir tahun.
Berita terkait yang dilansir dari Bisnis.com dan Katadata mengatakan Para ekonom memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan segera memangkas suku bunga acuannya. Beberapa faktor yang mendorong proyeksi ini termasuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan kondisi cadangan devisa Indonesia yang cukup kuat. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, berharap BI segera menurunkan suku bunga minimal 25 basis poin (bps) dan berlanjut hingga 50 bps sebelum akhir tahun 2024 untuk mendukung penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi
- Sementara itu, Chief Economist Citi Indonesia, Helmi Arman, juga memperkirakan bahwa penurunan suku bunga oleh BI akan terjadi pada bulan September. Namun, ia memperingatkan adanya risiko dari pasar global yang masih harus diwaspadai, seperti potensi volatilitas pasar keuangan akibat dinamika antara AS dan China serta dampaknya terhadap negara-negara berkembang
<Red/Novel Heryanto>
