Viralnya Sejumlah Lembang Bermasalah Terkait ADD Di Tana Toraja

Media sosial diTana Toraja dihebohkan dengan beredarnya nama Lembang atau desa yang bermasalah dengan Anggaran Dana Desa yang disebut ADD, terkait hal demikian masyarakat ingin tahu seperti apa sebenarnya hal tersebut sehingga viral kemana mana baik dimedia WhatsApp sejumlah group maupun dimedia terbuka seperti Facebook atau group media sosial lainya.

Dari pantauan Media Adipati Nusantara sejumlah tanggapan bermunculan namun sangat disesalkan karena tidak ada pihak yang terkait mau berkomentar terhadap info yang beredar, justru hampir semua masyarakat menaruh harapan agar kepala Lembang atau kepala desa yang memimpin Lembang tersebut betul-betul menjawab dan dapat mempertanggung jawabkan anggaran yang ada sesuai informasi yang beredar,agar masyarakat yang ada atau sekitar warga desa yang ada didalam daftar tersebut bisa memahami dan menyikapi temuan tersebut.

Informasi yang beredar bahkan terang terangan menyatakan bermasalah hal demikian menjadi perhatian khusus bagi penegak hukum sebagai panglima tertinggi di negeri ini artinya jika demikian halnya benar adanya maka warning bagi kepala desa atau Lembang tersebut karena kapanpun dimanapun pasti akan terbongkar.

Salah satu figur hukum yang bekerja dan masih aktif di kejaksaan yang meminta namanya tidak ingin disebut karena berkaitan dengan tugasnya mengatakan nama Lembang tersebut betul adanya bahkan yang lain masih ada juga karena sangat lema pengawasan selama ini bahkan partisipasi masyarakat sangat minim terkait pelaporan namun saat ini kami terus mendalami sejumlah oknum kepala Lembang yang masih bermasalah. Tunggu saja informasi kedepan seperti apa yang pasti wajib hukumnya mempertanggung jawabkan anggaran dan perbuatannya jika terbukti ini halnya tergantung waktunya.

Ditambakan bahwa memang kami juga telah menerima informasi itu dan juga cepat tanggap terkait informasi media masyarakat lewat media sosial.
Dengan beredarnya informasi tersebut juga masyarakat baru tahu bahwa ternyata dana desa atau ADD ternyata sangat melimpah hanya saja oklum pemerintah setempat terkadang tidak terbuka diperkuat juga dengan adanya informasi salah satu pihak kepolisian yg bertugas di Polsek mengatakan bahwa dugaan oklum kepala Lembang sudah dianggap berhasil jika mampu mempertanggung jawabkan ADDnya sesuai persentase 75%. Kebanyakan atau rata-rata Oklum kepala Lembang hanya mampu di 50%persen ya silakan langsung mencari faktanya pasti demikian.
<Red/Yanto>

editorMATA
Author: editorMATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian